
Mengenal R
Juli 13, 2009
Hampir semua orang pasti mengenal R sebagai huruf ke 18 dalam alphabet , namun R yang dibicarakan disini bukan R sebagai huruf ke 18 dalam afabet tersebut melainkan R yang merupakan salah satu bahasa pemrograman terkenal yang digunakan oleh para analisis data di sebuah perusahaan maupun oleh para akademisi, dan akhir-akhir ini semakin banyak orang yang menggunakan R karena statistisi, insinyur, ataupun ilmuan lainnya yang tidak memiliki kemampuan di bidang pemrograman computer pun mampu menggunakan software ini.
Sejarah R
R merupakan salah satu bahasa dalam pemrograman statistika. R berbasis pada bahasa pemrograman S yang dikembangkan oleh Bell laboraties (sebelumnya AT&T , sekarang Lucent Technologies) oleh John Chambers dan kawan-kawan. R merupakan versi open source dari bahasa S (yang digunakan dalam software berbayar S-PLUS) yang banyak digunakan oleh para peneliti untuk mengerjakan metode statistika mereka.
R pertama kali diperkenalkan pada tahun 1996 oleh 2 orang Profesor statistika Ross Ihaka dan Robert Gentlemen dari University of Auckland di Selandia Baru, mereka merilis kode tersebut sebagai free software package. Menurut mereka ide untuk merencanakan sesuatu seperti R muncul sepanjang pembicaraan mereka berdua yang menginginkan teknologi yang lebih cocok untuk mahasiswa statistika mereka yang ingin menganalisa data dan menghasilkan model grafik dari informasi ataupun data yang ada karena beberapa software yang ada dibuat dan didesain oleh ahli computer yang ternyata menyebabkan software-software tersebut lebih sulit untuk digunakan. Oleh karena itu sejak tahun 1991 mereka bekerja penuh waktu untuk membuat R.
Namun beberapa orang statistisi yang pertama kali melihat software ini merasakan masih adanya beberapa hal yang kurang dari software ini, meskipun demikian R dengan seketika mendapat perhatian dari orang-orang yang melihat adanya kemungkinan untuk mengembangkan software tersebut.
Kelebihan R
Lantas apa kelebihan R dibandingkan software statistika yang lain?
Pertama:
R merupakan open source software sehingga orang tidak perlu membeli lisensi ataupun curi-curi peluang dengan membajak untuk menggunakannya selain itu karena R merupakan open source sehingga bagi orang yang tertarik mempelajari lebih dalam, maka terbuka kemungkinan bukan saja dapat “menggunakan” program aplikasi tersebut,tetapi dapat “mengembangkan”, atau “membuat” program aplikasi sejenis dengan melihat pada source code yang menyertainya.
Kedua:
R dikembangkan oleh sebuah tim inti (core team) yang terdiri dari para ahli statistika, komputer dan pemrograman, geografi, ekonomi dari institusi yang berbeda di seluruh dunia, jadi jelas bahwa R benar benar powerfull untuk mengerjakan analisis statistika yang rumit sekalipun.
Ketiga:
R dapat berinteraksi dengan program statistika lainnya seperti SPSS, Microsoft Excel, Minitab, SAS, Systat, EPinfo disamping “kerabat dekat” nya yaitu S-PLUS dengan menyediakan fasilitas export dan import data.
Keempat:
R bersifat multiplatform yakni dapat diinstall dan digunakan baik dalam sistem operasi Windows, UNIX/LINUX maupun pada Macintosh.
Kelima:
Untuk keperluan komputasi yang intensif, code C, C++, dan Fortran dapat dilink dan dipanggil secara bersamaan pada R, Advance users dapat menulis code C untuk memanipulasi objek R secara langsung.
Selain kelebihan-kelebihan diatas R juga memiliki kelebihan dalam hal fitur serta kelengkapan yang dimilikinya yaitu:
Pertama:
R efektif dalam hal pengelolaan dan penyimpanan data karena ukuran file yang disimpan lebih kecil dibandingkan software lainnya.
Kedua:
R memiliki tampilan grafik yang menarik dan dapat dimodifikasi sesuai keinginan user.
Ketiga:
R dilengkapi deretan operator untuk perhitungan dalam array khususnya matrix.
Keempat:
Interaksi user dengan R dapat dilakukan dengan menggunakan R console maupun dengan menggunakan menu GUI (R-commander), akan tetapi di versi GUI-nya analisis statistika yang disediakan masih terbatas.
Dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya tidak salah jika Daryl Pregibon seorang peneliti ilmiah di Google mengatakan“R membuat statistisi dapat melakukan analisis yang rumit dan sulit tanpa perlu mengetahui system komputasi “
Bagaimana cara mendapatkan R?
R dapat diperleh secara gratis pada CRAN archive di alamat http://cran.r-project.org. Server utama CRAN berada di Universitas Tekhnologi Vienna di Vienna, Austria dan telah di mirror world-wide di lebih dari 50 repository di 5 benua (lihat http://cran.r-project.org/mirrors.html ). Pada server tersebut kita dapat mendownload file instalasi binary dan source code dari R-base system dalam sistem operasi windows, Macintosh maupun Linux. Di server tersebut kita juga dapat mendownload package-package/library tambahan (seperti halnya Addins di excel ataupun Toolbox di Matlab) yang merupakan sebagian besar dari kemampuan serta fungsionalitas dari R karena pada instalasi awal R hanya beberapa paket dasar saja yang disediakan dikarenakan banyaknya paket pendukung untuk memperkuat kerja R (bayangkan berapa besar ukuran file installasi R jika semua paket langsung diikutkan!). Sebelum dapat digunakan suatu library harus di install terlebih dahulu, untuk meng-install libraray yang diinginkan kita dapat meng-install nya langsung dari server CRAN ataupun memanggil file library tersebut di local folder kita yang tentunya telah di download terlebih dahulu. Setelah itu library yang telah terinstall dapat dipanggil menggunakan perintah library(“nama_library”), misal library(Rcmdr) untuk memanggil library R-commander.
Versi terbaru dari R terus dikembangkan , dan terakhir (pada saat tulisan ini dibuat) R baru saja merilis versi terbarunya yaitu R-2.9.1 pada tanggal 26 Juni 2009. R-2.9.1 tersebut dapat didownload di http://cran.r-project.org/bin/windows/base/R-2.9.1-win32.exe