h1

R Commander

Juli 14, 2009

Meskipun R bukan merupakan software yang berbasis GUI (Graphical User Interface) seperti pada S-PLUS (versi berbayarnya) tetapi R mempunyai tools untuk membangun program berbasis GUI. Dengan menggunakan suatu package tcltk dan tcl/tk yang merupakan sebuah GUI toolkit pada R kita dapat membangun suatu paket program berbasis interface yang lebih mudah digunakan . R- commander (biasa disingkat dengan Rcmdr) merupakan versi point click & GUI dari R dimana pengguna tidak lagi perlu menuliskan syntax-syntax tertentu sehingga menjadi seperti software-software statistika berbayar lainnya (SPSS, Minitab, Eviews, S-Plus dll). Rcmdr sendiri merupakan package atau library di dalam R ,namun bukan package bawaan langsung dari instalasi R sehingga user terlebih dahulu harus meng-install package ini sebelum menggunakannya. Rcmdr dibuat atau diperkenalkan oleh John Fox dari McMaster University yang dibuat dengan bantuan paket tcltk (dibuat oleh Dalgaard 2001,2002) dan tcl/tk (Welch 2000) untuk membuat interface-interface didalamnya.

Rcmdr

Tampilan antar muka R commander

R commander menggunakan interface menu/kotak dialog yang sederhana dan familiar, Menu utama meliputi File, Edit, Data, Statistics, Graph, Models, Distributions, Tools, serta Help (atau File, Edit, Data, Statistik, Grafik, Model, Distribusi, Alat dan Bantuan dalam versi Indonesianya). Setiap kotak dialog dilengkapi dengan tombol help yang terhubung dengan help page yang relevant. Tiap Menu/kotak Dialog yang digunakan akan meng-generate R commands yang terekam didalam jendela script yang selaras dengan output yang dihasilkan pada jendela output. Jendela script sendiri memungkinkan user untuk meng-edit , memasukkan dan menjalankan kembali perintah yang diinginkan. Selain jendela script dan jendela output, Rcmdr juga dilengkapi jendela messages yang memuat  pesan error, peringatan dan beberapa informasi lainnya. Kumpulan data di R commander  berbentuk sederhana seperti data frame di R console yang dapat dibaca dari paket yang terlampir atau di import dari file-file yang telah ada (bisa dari file SPSS, Excel, Minitab, Stata dll). Akan tetapi meskipun Rcmdr dapat menampung beberapa data frame namun hanya satu dataset yang bisa aktif pada satu waktu.

Dilihat dari bentuknya tentu saja tampilan point click & GUI ini sangat membantu user untuk mengerjakan analisis statistika yang diinginkan namun disisi lain kemampuan dari point click  & GUI ini sangatlah terbatas pada menu-menu yang telah disediakan padahal analisis statistika yang ada sangat beraneka ragam dan terus mengalami perkembangan. Versi console dari R cukup baik mengakomodasi perkembangan dan keanekaragaman analisis statistika yang ada, tapi bagaimana halnya dengan versi GUI nya?  Jangan khawatir dengan masalah ini karena R sendiri bersifat programmable sehingga mudah untuk dimodifikasi agar memudahkan user yang ingin memakainya. Tidak terkecuali untuk memodifikasi atau menambahkan fungsi-fungsi tersebut kedalam Rcmdr agar lebih mudah untuk digunakan (user friendly), maka muncul lah plugin atau biasa disebut menu tambahan yang sifatnya customize pada Rcmdr seperti add-in pada Microsoft Excel yang dikenal dengan istilah Rcmdr Plugin.

Sampai saat ini ada beberapa Rcmdr Plugin yang telah dikembangkan dan telah dipublish di CRAN   adalah RcmdrPlugin.Export , RcmdrPlugin.FactoMineR, RcmdrPlugin.HH , RcmdrPlugin.IPSUR, RcmdrPlugin.SurvivalT , RcmdrPlugin.TeachingDemos, RcmdrPlugin.epack , RcmdrPlugin.orloca , RcmdrPlugin.qcc , RcmdrPlugin.survival. Sama halnya dengan package-packege di R console, Rcmdr Plugin juga harus diinstall dan dipanggil dahulu sebelum digunakan.

Dengan terus dikembangkannya versi GUI dari R ini, bukan tidak mungkin R suatu saat akan menjadi sebuah paket program yang benar-benar powerfull serta bisa mengakomodasi beberapa analisa statistika yang tidak dapat dilakukan oleh software-sofware berbayar lainnya. [IMI]

Source :

Fox, J. (2005). “The R Commander : A Basic –Statistics Graphical User Interface to R”.

Marhadi, A. (2009). “R Commander Plugin” [unpublished]

Satu komentar

  1. sya mahasiswa tingkat akhir di Universitas Palangka Raya, sya saat ini sedang dalam penyelesaian akhir skripsi sya. tapi saya terkendala dengan program statistik yang saya gunakan yaitu program STATGRAP. sya tidak memiliki referensi yang cukup tentang statgrap.ap saja keunggulannya, kenapa tabel anova nya sedikit berbeda dengan program spss, n dengan rumus dan tabel milik Hanafiah?itu pertanyaan yang sya dapati dri dosen pengujin sya…sya sdh memutar toko bku tuk mencari buku penunjan ny tapi tdk sya temukan. dan 1 lagi kenapa menggunakan P-Value bukan T-Tabel, ap beda n persamaannya?saya mohon bantuanny…



Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.